HORAS!!! SELAMAT DATANG DI BLOG HKBP SUTOYO; Jln. Letjend Sutoyo, Jakarta Timur - Indonesia

Senin, 23 Oktober 2017

"KERJAKANLAH KESELAMATANMU" Renungan Harian Pdt.Lucius T.B.Pasaribu, S.Th

KERJAKANLAH KESELAMATANMU

Filipi 2:13, "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya".

Keselamatan adalah pemberian Allah secara gratis atau cuma-cuma bagi kita. Kata cuma-cuma disebut dengan "gratia" (grace) atau anugerah Allah. Pemberian Allah yang cuma-cuma bukanlah seperti sesuatu benda mahal yang kita simpan di dalam lemari sebagai koleksi, tetapi keselamatan itu bentuk kata kerja yang menuju kesempurnaan dan pemenuhan.

Nats renungan di pagi hari ini satu kesatuan dengan ayat sebelumnya yang menekankan tentang tugas orang percaya: mengerjakan keselamatan sebagai respon terhadap karya Allah. Keselamatan itu adalah pekerjaan Allah, Allah telah mengerjakan keselamatan kita di dalam diri Yesus Kristus. Yesus mengosongkan dirinya (kenosis); sekalipun dalam rupa Allah namun dia merendahkan diri mengambil rupa seorang hamba agar segala yang ada di bawah kolong langit bertekuk lutut di dalam nama Yesus Kristus dan segala lidah mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat (Filipi 2:10-11)

Bagi orang percaya keselamatan di dalam Yesus Kristus harus kita kerjakan, "Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir" (Flp 2:12)

Apa maksudnya mengerjakan keselamatan? Percaya kepada Yesus Kristus berarti kita mengenal kehendak Allah. Maka setiap orang percaya harus melakukan kehendak Allah sebagai respon kita yang telah menerima keselamatan. Mengerjakan keselamatan lewat ketaatan,  kesetiaan, iman yang tangguh dan bersedia memikul salib. Rela menderita atas segala pergumulan yang dihadapi demi kebenaran dan kerajaan Tuhan. Mengerjakan keselamaatan sebagai bukti ketaatan dan takut akan Tuhan.

Bagaimana kita mengerjakan keselamatan itu? Yesus pernah membuat perumpamaan tentang talenta. Ada yang menerima 5 ada menerima 2 ada yang menerima 1. Seorang hamba yang menerima 5 mengerjakannya dan mengelolanya dengan baik sehingga dia menghasilkan dua kali lipat, demikian dengan  yang menerima 2 menghasilkan dua kali lipat. Namun sangat sayang yang menerima 1 hanya menyimpan tak menghasilkan apa-apa. Hasil perumpamaan ini, yang mengerjakan 5 dan 2 memperoleh dua kali lipat bagiannya, namun yang tak menghasilkan apa-apa selain 1 talenta ditarik daripadanya, dia juga dimasukkan pada penghukuman (Baca Mat 25:14-30)

Kerjakanlah keselamatanmu adalah respon kita terhadap karya keselamatan Allah yang telah dikerjakan bagi kita lewat kerelaan Yesus Kristus mati di kayu salib demi keselamatan kita. Mengerjakan keselamatan bukanlah bekerja  mendatangkan kemujuran,  kebaikan dan keuntungan bagi diri kita semata, namun sebagai orang yang telah menerima keselamatan kita harus bekerja mendatangkan kebaikan bagi semua orang. Setiap orang yang melihat perbuatan bagi kita orang memuliakan Tuhan. Inilah misi Allah di dalam diri orang percaya: setiap kita yang mengerjakan keselamatan itu semuanya untuk mendatangkan kemuliaan Bapa di sorga. Amin.

Minggu, 22 Oktober 2017

Team Volly Ama HKBP Sutoyo Juara 2, dlm rangka POR Ama Distrik VIII DKI Jakarta

Selamat atas pencapaian dari Ama HKBP Sutoyo dan seluruh pendukung serta pemberi semangat yang tidak disebutkan satu persatu terlebih para pemain Volly Ama yang kita banggakan. Semoga Tuhan memberkati selalu dalam kegiatan olahraga selanjutnya. Horas!... Tuhan memberkati. Amin.


BERIT"AKANLAH PERBUATAN TUHAN" (Mazmur 96:1-9) Khotbah Minggu XIX Trinitatis Pdt.Lucius T.B.Pasaribu, S.Th

BERITAKANLAH PERBUATAN TUHAN
(Mazmur 96:1-9)

Khotbah mingu ini mengajak kita untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Ajakan menyanyi ini penting, karena fakta membuktikan bahwa setiap orang biasanya selalu mengingat lirik syair lagu favoritnya, maka demikianlah orang percaya menyanyi bagi Tuhan, berarti mengingat segala kebesaran dan kebaikanNya.  Ajakan menyanyi bukan sekadar menyanyi, tetapi menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan dengan maksud mensyukuri perbuatanNya karena berkatNya selalu baru bagi kita.

Bagaimana  kita mengucap syukur atas segala karya dan perbuatan Tuhan dalam hidup kita? Inilah seruan dari nas khotbah kita pada Minggu hari ini dari. Pemazmur mengajak semua orang percaya  untuk memuliakan Tuhan karena kita telah menerima keselamatan dan menceritakan segala perbuatanNya yang ajaib di tengah-tengah bangsa.  Ajakan memuji dan memuliakan dipakai dengan empat istilah: nyanyikanlah (ay 1), kabarkanlah (ay 2), ceritakanlah (ay 3), dan katakanlah (ay 10). Semuanya kata-kata bersifat imperatif untuk menunjukkan pengenalannya tentang Allah. Pemazmur merasakan dan mengalami langsung perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib. Pemazmur mengungkapkan alasan untuk bermazmur bagi Tuhan:

Allah itu pencipta dan pemelihara kehidupan (ay 5)
Allah adalah sumber keselamatan hari demi hari (ay 2)
Allah itu penuh kemuliaan dan kuasa-Nya melebihi segala kuasa yang ada dan perbuatanNya yang ajaib mengatasi segala bangsa. (Ay 3-5)

Dari pengenalan dan pengakuan pemazmur di atas, segala kemuliaan dan semarak harus dinyanyikan, diberitakan dan diceritakan oleh setiap orang percaya.

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan ceritakanlah perbuatan-perbuatan ajaib. Ibarat seorang singer yang melantunkan lagu indah sehingga setiap orang yang mendengarkannya terpesona, demikianlah orang percaya menyanyikan kemuliaan Tuhan sehingga setiap orang mengenal keagunganNya. Atau ibarat seorang reporter yang mengetahui suatu fakta kebenaran dan  memberitakan kepada publik agar semua tahu tentang kebenaran suatu peristiwa. Lebih dari itu orang percaya memberitakan dan menceritakan karya keselamatan Allah yang telah dijanjikan dan dipenuhi dari sejarah bapak leluhur hingga pemenuhannya di dalam Yesus Kristus. Demikianlah orang menceritakan dan memberitakan karya keselamatan yang telah kita terima di dalam Injil Yesus Kristus. Kematian dan kebangkitan Kristus telah menjadi keselamatan bagi kita.

Menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan berarti kesediaan kita untuk sujud menyembah Allah dalam segala kemulianNya (ay 9). Kata sujud menyembah mengingatkan kita dua hal: pengakuan terhadap Allah yang maha mulia dan menyadari diri manusia berdosa.


Menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan, kesediaan hati mempersembahkan korban terbaik di pelataran Allah (ay 8). Persembahan terbaik di hadapan Allah adalah mempersembahkan tubuh kita sebagai korban yang harum bagi Tuhan, sebagaimana disebut dalam Roma 12:1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati". Amin.