running text

HORAS!!! SELAMAT DATANG DI BLOG HKBP SUTOYO; Jln. Letjend Sutoyo, Jakarta Timur - Indonesia

Sabtu, 12 Agustus 2017

"LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU" Renungan Harian Pdt.Lucius T.B.Pasaribu, S.Th

LANGIT DAN BUMI AKAN BERLALU

Lukas 21:33, "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."

Dunia ini akan lenyap dengan segala kemegahannya. Jika demikian mengapa harus mengejar kenikmatan dunia ini? Dunia ini sementara, kita akan memasuki kehidupan kekal yang abadi. Itulah sebabnya penulis Ibrani mengatakan, "Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang" (Ibr 13:14).
Yesus sangat kaya akan nasihat mengenai fananya dunia ini. Salah satu contoh adalah kisah orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31). Orang kaya menikmati hidupnya di dunia ini, dihormati dan penuh kemuliaan. Lazarus sebaliknya hidup sengsara dan hina di dunia bahkan makan pun harus dari meminta belas kasihan orang lain. Dunia ini pun berlalu masuk pada penghakiman Tuhan. Alhasil, Lazarus menikmati kehidupan abadi dalam firdaus dan penuh bahagia bersama-sama orang-orang kudus, namun orang kaya di dunia harus memasuki penghukuman yang tak tertahankan. Ini suatu pesan bahwa dunia ini akan berlalu, jangan sampai kehilangan kehidupan kekal yang telah dipersiapkan oleh Allah karena memenuhi hidup yang sementara ini. Jika dibuat pilihan,  lebih baik menderita sementara di dunia namun memperoleh hidup yang kekal dalam kehidupan mendatang.

Langit dan bumi akan berlalu. Ini adalah peringatan Yesus Kristus kepada murid bahwa dunia ini akan berakhir dan hal ini dituliskan dalam ketiga Injil (Lukas 21:25, 24:29 dan Mark 13:24). Demikian halnya surat-surat Perjanjian Baru bahwa unsur-unsur dunia ini akan hancur  (2 Petrus 3:10-12), dunia ini akan berlalu, Yesus akan datang dalam kemuliaanNya ketika  malaikat berseru dan membunyikan sangkakala dimana orang percaya akan bangkit (1 Tes 4:16). Sesungguhnya langit dan bumi yang pertama akan berlalu dan datang langit dan bumi yang baru sebagaimana dijanjikanNya (2 Ptr 3:13; Why 21:1).

Peganglah Firman Tuhan! Yesus berpesan bahwa FirmanNya tidak akan berlalu sebagai pegangan hidup bagi orang percaya dan jaminan akan keabadian. Jaman bisa berubah, perubahan nilai tak akan bisa dihambat bahkan sengala unsur-unsur dunia, langit dan bumi akan berlalu namun firman Tuhan adalah kekal. Nasihat bisa lupa, petuah bisa saja tak relevan, namun firman Tuhan tetap sama dan relevan sepanjang masa (1 Petr 1:17) karena Yesus Kristus sama baik kemarin, sekarang dan selama-lamanya (Ibrani 14:8). Mengapa firman tidak akan berlalu? Karena firman telah menjadi daging; itulah keselamatan yang kita kenal di dalam diri Yesus Kristus (Yoh 1)

Marilah berpegang hanya kepada firman Tuhan sebagai suluh hidup di dunia ini. Firman memelihara dan menguatkan iman kita hingga memasuki kehidupan abadi. Amin.

Pendidikan dan Pemberdayaan: Olah Raga Bersama dan Bersih-Bersih Gereja Sektor Kampung Baru dan Sektor Perumpung Barat & Timur bersama PS. Eklesia & PS. Gloria

Pendidikan dan Pemberdayaan: Olah Raga Bersama dan Bersih-Bersih Gereja Sektor Kampung Baru dan Sektor Perumpung Barat & Timur bersama PS. Eklesia & PS. Gloria



Jumat, 11 Agustus 2017

Partangiangan Sektor Perumpung Barat & Timur; Kel. St. Ign. M. Pakpahan / br. Aritonang

Partangiangan Sektor Perumpung Barat & Timur; Kel. St. Ign. M. Pakpahan / br. Aritonang.
Dilayani oleh Pdt. Lucius TB. Pasaribu, S.Th.

"JANJI TUHAN SETELAH PERISTIWA AIR BAH" Renungan Harian Pdt.Lucius T.B.Pasaribu, S.Th

JANJI TUHAN SETELAH PERISTIWA AIR BAH

Kejadian 9:9-10, "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu,
dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi".

Alkitab mengatakan bahwa air bah adalah hukuman Allah untuk melenyapkan manusia dari dosa. Dosa telah merajalela dan melingkupi dunia. Manusia semakin jahat. Allah menyesal terhadap manusia yang diciptakanNya itu (Kej 6:6). Namun dari dunia yang penuh dosa, Tuhan masih menemukan orang setia, hidup benar dan tidak bercela serta bergaul denganNya yaitu Nuh. Dialah  diperintahkan membuat bahtera karena Tuhan akan mendatangkan air bah. Hanya Nuh dan keluarganya yang diselamatkan. Selain Nuh dan keluarganya,  Tuhan memerintahkan Nuh untuk memasukkan ke dalam bahtera berbagai jenis binatang sesuai dengan yang ditentukanNya untuk diselamatkan. Oleh Nuh dunia ini masih memperoleh kasih karunia.

Setelah air bah surut hal pertama dilakukan oleh Nuh adalah membangun mezbah dan mempersembahkan kurban bakaran bagi Tuhan. Tuhan pun senang atas kurban yang dipersembahkan Nuh. Atas hal inilah Tuhan mengadakan perjanjian pada Nuh dan juga pada seluruh mahkluk hidup bahwa Tuhan tidak mendatangkan air bah lagi untuk memusnahkan manusia. Sebagai tanda perjanjian ini Tuhan menempatkan busurNya yang lazim kita sebut dengan pelangi. Istilah busur ini sangat penting: busur adalah alat perang yang bisa membunuh musuh dengan jarak jauh. Allah menempatkan busur ini berarti Allah menghentikan amarahNya dan tak akan mendatangkan air bah lagi untuk menghukum manusia dan seluruh binatang yang ada dan makhluk hidup lainnya baik yang ada di darat, di dalam air dan di udara.

Renungan di pagi hari ini mengingatkan kita bahwa bukan hanya kepada manusia Allah berjanji untuk tidak mendatangkan air bah, namun kepada seluruh makhluk. Hal ini hendak menjelaskan bahwa manusia dan mahkluk hidup lainnya: binatang, tumbuhan dan alam harus hidup dalam harmoni, memelihara kelestarian alam dan ekosistem. Manusia, binatang, tumbuhan dan alam merupakan bahagian ciptaan Allah. Tuhan mengikat perjanjian bukan hanya kepada manusia saja, tetapi juga kepada makhluk hidup lainnya. Manusia sebagai mahkota ciptaan yang diberi akal budi dan pengertian bertanggungjawab atas kelestarian alam, jaminan kelangsungan hidup serta ekosistem yang memelihara mata rantai kehidupan.

Salah satu dampak dunia yang mengancam kehidupan kita penghuni bumi adalah "climate change" yang berdampak pada perubahan iklim yang semakin mencemaskan; suhu udara bumi yang semakin panas dan bencana alam yang semakin mengancam kehidupan umat manusia, mendesak kita agar bergegas memilih produk yang ramah lingkungan. Dampak meningkatnya suhu bumi akan melelehnya es kutub utara dan selatan berdampak pada meningkatnya permukaan laut. Tentu ini adalah air bah yang mengancam kehidupan. Tuhan memang telah berjanji tak akan melenyapkan manusia dengan air bah, namun merupakan tugas dan tanggung jawab kita memelihara lingkungan hidup dan melestarikannya demi kelangsungan hidup manusia, makhluk hidup dan alam. Amin.

Kamis, 10 Agustus 2017

"ROTI HIDUP" Renungan Harian Pdt.Lucius T.B.Pasaribu, S.Th

ROTI HIDUP

Yohanes 6:51, "Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Roti Sorgawi bagi orang Israel adalah "manna", makanan yang disediakan oleh Allah bagi umatNya selama dalam perjalanan di padang gurun. Ketika Yesus menyatakan diri "Akulah Roti Hidup", mereka kaget luar biasa karena ada yang lebih hebat dari manna.

Pernyataan Yesus ini menghentakkan kaum Yahudi karena tak ada roti hidup atau roti sorga yang mereka kenal selain dari manna di gurun pasir. Lebih dalam lagi Yesus memberikan penjelasan: Jika manna yang dianggap kaum Yahudi sebagai roti hidup, maka mereka yang makan manna masih lapar dan  mati. Bagi Yesus manna adalah makanan biasa sama seperti roti lainnya dimakan keyang setelahnya lapar. Namun Yesus memperkenalkan diri kepada kita bahwa Dia adalah roti hidup. Dialah sumber kehidupan. Barang siapa yang percaya kepadaNya akan beroleh keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Yesus telah menyerahkan diriNya untuk keselamatan kita melalui pengorbananNya di kayu salib. Yesus adalah roti hidup yang kita terima dalam Perjamuan Kudus. Di dalam Perjamuan Kudus kita menerima tubuh dan darah Kristus yang dikurbankan untuk menebus kita dari dosa dan kematian agar kita beroleh kehidupan yang kekal. Yesus roti hidup yang kita terima telah menjadi kehidupan kita.

Kita hidup mencari roti (nasi), itu adalah wajar karena kita membutuhkan roti. Siang dan malam, berlelah dan berpeluh demi mencari nafkah. Kita harus ingat bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti saja, sebagaimana disebut Yesus di Matius 4:4, "Tetapi Yesus menjawab: Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."  Dengan demikian janganlah hanya mencari roti yang terbuat dari tepung dan memberi rasa keyang yang kemudian kita bisa lapar dan haus lagi. Melengkapi itu semua tetaplah mencari roti hidup yaitu dengan percaya kepada Yesus Kristus yang menyediakan kehidupan kekal bagi kita. Marilah menerima roti hidup dengan memperhatikan pertumbuhan rohani kita melalui doa, ibadah dan  membina relasi kita dengan Tuhan. Amin.