running text

HORAS!!! SELAMAT DATANG DI BLOG HKBP SUTOYO; Jln. Letjend Sutoyo, Jakarta Timur - Indonesia

Minggu, 11 November 2018

Renungan Harian - "Hiduplah dalam keadilan dan kesetiaan"


Renungan Harian HKBP SUTOYO

Minggu, 11 Nopember 2018

"Hiduplah dalam keadilan dan kesetiaan  "
(Mikha 6 : 6 – 8 )

"Dengan apakah aku akan pergi menghadap  TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun? Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak?  Akan kupersembahkankah anak sulungku  karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?" "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu  selain berlaku adil,  mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati   di hadapan Allahmu? "

Syalom. Selamat pagi dan selamat hari Minggu.
Firman Tuhan pada Minggu ini Mikha 6 : 6 – 8 dengan tema “Hidup dalam keadilan dan kesetiaan” (Ulahon ma uhum dohot holong ni roha di habasaon).


Sabtu, 10 November 2018

Renungan Harian - "Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang"


Renungan Harian HKBP Sutoyo

Sabtu, 10 Nopember 2018

"Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang"
(Luk.12:43)

Masa penantian adalah masa yang sangat menentukan bagi kita. Karena pekerjaan menanti/menunggu bisa menjenuhkan, membosankan apalagi yang dinanti-nanti belum kunjung tiba. Banyak orang menjadi tidak sabar menunggu, merasa membuang waktu percuma sehingga tidak tahan dan akhirnya berubah sikap. Dan zaman now ini mensiasatinya, mengalihkan kebosanan dengan menggunakan HP berupa chatting, Twitter maupun FB, meng up date status atau koment-koment.

Jumat, 09 November 2018

Renungan Harian - “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”.


Renungan Jemaat HKBP Sutoyo

Jumat, 09  Nopember 2018

Nats : Markus 8:35
  “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”.

Syalom buat Amang, Inang dan Jemaat Tuhan yang diberkati...
Selamat pagi dan salam jumpa di Renungan Jemaat HKBP Sutoyo. Renungan buat kita pagi ini – sesuai dengan – yang tertulis di Almanak HKBP hari Jumat, tanggal 09 Nopember 2018 dikutip dari Injil Markus 8:35 yang isinya demikian: “Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya”. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita kembali akan motivasi serta komitmen kita tentang mengikut Yesus. Masih ingatkah cerita di balik nyanyian dari India yang berjudul I have decided to follow Jesus? – Mengikut Yesus keputusanku… Lagu yang indah dan sangat ‘enak’ didengar juga dinyanyikan. Akan tetapi ternyata nyanyian itu adalah nyanyian yang menyimpan cerita tentang perjuangan iman dan bukan saja perjuangan iman tetapi juga pencobaan kepada satu keluarga di India tepatnya di satu perkampungan yang bernama kampung Assam. Ceritanya mereka – satu keluarga – harus dibunuh karena menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Resiko sebagai orang yang memutuskan untuk mengikut Yesus pada waktu itu. Hal ini sudah dikatakan Yesus pada ayat sebelum nats hari ini, “Setiap Orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (ayat 34). Dan kemudian dilanjutkan dengan kalimat seperti yang disebutkan dalam nats hari ini.

Kamis, 08 November 2018

Renungan Harian - “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."


RENUNGAN HARIAN HKBP SUTOYO

Kamis, 08 November 2018

Yohannes 15:26-27
“Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

“Asa ro ma Pangondian i sisuruonku sian Ama i tu hamu, i ma Tondi hasintongan i, na borhat sian Damang; I do na mangkatindangkon taringot tu Ahu.  Alai dohot ma hamu mangkatindangkon, ai donganku do hamu sian mulana i”.

Syalom, selamat pagi bagi bapak/ibu, dan saudara-saudari yang terkasih di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.  Bersaksi atau Marturia merupakan salah satu istilah dari Tri tugas panggilan yang ditetapkan oleh Gereja HKBP. Kata "Marturia" sangat dekat dengan kata "Martir" dalam bahasa Arab: "syaid” yaitu orang-orang yang mati karena memberitakan Injil. Dalam sejarah Gereja HKBP, kita mengenal  penginjil yang telah mati martir seperti: Pdt. Samuel Munson dan Pdt. Henry Lyman dan komitmen penginjil IL. Nommensen dalam doanya dikatakan “Tuhan, hidup atau mati biarlah aku tetap tinggal di tengah-tengah bangsa batak untuk menyebarkan firman kerajaan-Mu. Amin”. Sebagai penginjil atau bersaksi tentang Yesus, memang tidaklah mudah, akan menghadapi banyak tantangan dan pergumulan. Namun dalam Injil Matius 5:10-12 disebutkan bahwa sekalipun para saksi Kristus, orang-orang Kristen yang bermarturia mengalami kesulitan, hal itu menjadi suatu kebahagiaan, sukacita. Sebab upah mereka akan besar di sorga.

Rabu, 07 November 2018

Kunjungan ke rumah sakit UKI Ny. Simamora br. Sitorus, sian sektor Wr. Gudeg


Renungan Harian - “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”


RENUNGAN HARIAN HKBP SUTOYO

Rabu, 07 Nopember 2018

Matius 10 : 7
“Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat”

“Alai borhat ma hamu mamaritahon hata on: Nunga songgop harajaon banua ginjang i!”

Bapa/Ibu, Saudara/i yang terkasih dalam Kristus Yesus!  Setiap Pengutusan bukan tanpa tugas. Demikian halnya dengan pengutusan keduabelas murid Yesus. Setelah mereka dipanggil dan diberikan kuasa oleh Tuhan Yesus, mereka diutus dengan pesan: “pergilah dan beritakanlah”.